Motor saya sedang dipergunakan oleh teman dari Singapura yang kemarin 20.1.2012, sedianya mau menikmati indahnya Bandung Selatan (ciwidey dan sekitarnya). Bisa klik di link ini tentang perjalanan si Gaban:
http://dwidhaswara.wordpress.com/2012/01/20/kdw-rolling-bareng-gaban-petouring-asal-singapore/
Ternyata saya menerima message bahwa motor ini diberhentikan masih di kawasan Bandung karena knalpotnya tidak original. ALAS!! Moron banget sih Polisi Bandung! Kita sama-2 tau bahwa peraturan ini belum firm. Jangan sok nangkap sebelum punya alat pengukur desibel knalpot. Bukan masalah knalpot tidak standar, tapi harus pakai alat ukur! Kenapa? Karena yang dipermasalahkan adalah bunyinya pada RPM tertentu yang sama-2 harus disepakati dan ditulis!!
Pinjam data dari http://edorusyanto.wordpress.com/2011/09/19/batas-kebisingan-sepeda-motor/
Gue percaya kalau ambang batas di atas dilaksanakan, nggak ada tuh Harley Davidson yang boleh menyalak di negeri ini.. termasuk punya Polisi juga!! You moron you !!
Knalpot yang terpasang di Scorpio 225 saya adalah performance oriented, bukan knalpot yang diset untuk bising. Memang saya belum mengukur berisiknya, kasih tau saya harus berapa desibel pada RPM berapa, dan pengukuran berapa cm dari mulu knalpot. Nanti saya copot dan saya ganti kalau memang melanggar, tapi kalau peraturan itu belum jelas, monggo Pak Polisi cari duit dari urusan lain saja. Mau disogok sama orang asing kok senang ? Maluuuuu Paaaaak !!! Moron you !
Spek mesin dan knalpot di tune di bengkel Sheldiez Bandung: http://pridesonline.wordpress.com/2011/07/03/scorpio-ku-sekarang-lulusan-abbys-performance-tuning/
Motor ku menggunakan Knalpot kang Sheldiez Bandung, dan sudah aku pake keliling Bandung, muter Yogya, Semarang, Salatiga, Malang hingga Bromo tanpa diberhentikan Polisi. Jadi Pak Polisi Bandung aja yang moron kali nggak ada kerjaan !!
Buat teman-2 di Bandung… pindahlah ke Jakarta… nggak ada tuh terdengar razia knalpot !!! xixi..







Recent comment