TVS fokus ke bebek dan Jakarta

9 Feb

Undangan dari TVS muncul di email saya, dan walaupun hari kerja, tapi karena lokasinya dekat, yaitu hotel Aryaduta, ya sudah langsung di confirm. Pada saat masuk hotel yang terbilang uzur ini, sedikit terjadi keanehan. Yaitu pengendara motor wajib membuka helm dan tidak memakai helm saat mencari parkir di lantai basement 4. Buat saya sih ini salah satu “MORON MOMENT”, dan hati saya selalu berontak melihat ketimpangan perlakuan antara pengendara motor dan  mobil. Kenapa mobil tidak disuruh buka kaca selama cari parkir, atau mengeluarkan kepalanya ke luar jendela? Biar sama-2 dianggap teroris. Aryaduta Hotel = Moron Hotel = No Business for Bikers. Keselamatan harga mutlak lah, dimulai dari helm sesuai UU yang berlaku.

Acara ramah tamah sebenarnya menyenangkan. Dan ini kali kedua saya bertemu dengan pucuk pimpinan TVS setelah pertama kali sempat diundang ke pabriknya di Kerawang. Dengan kapastias produksi yang siap untuk menggelontorkan bebek, kali ini tetap berkeinginan memacu penjualan motor bebek. Sebenarnya keinginan untuk menggarap matic masih ada, tapi tunggu tanggal mainnya. Pangsa pasar motor matic (52%) sebenarnya lebih menggiurkan dibandingkan pangsa motor bebek (42), untuk itu TVS masih menggodok produk maticnya. Dan untuk motor laki jenis Apache, TVS masih import langsung dari India.

Kesempatan kali ini juga digunakan TVS untuk  melaunching bebek barunya. TVS Neo XR. Motor ini di launch untuk men-tap pasar terbesar, yaitu motor 110cc yang mempunyai segmen terbesar di kategori bebek.

Saat tanya jawab, top management TVS menyebutkan untuk bersaing dengan bebek Honda dan Yamaha, sudah ada beberapa trik yang akan dilakukan, yaitu :

1. merubah distribusi di Jakarta sehingga bersaing dan bisa meluas,

2. merubah image terutama di luar kota bahwa motor TVS adalah motor berkualitas dan jangan disamakan dengan motor cina,

3. selalu mengikuti teknologi, seperti AHO (automatic headline on), dan teknologi duralife engine.

4. mengikuti Euro3 namun tetap menggunakan karburator.

5. mengembangkan komunitas pengguna TVS agar meningkatkan ‘buzz’ informasi tentang produk TVS dan kualitasnya.

Kalau saat ini pangsa pasar masih 0.6%, target berikutnya tidak muluk-2, hanya 1% dari motor bebek. Dengan pabrik yang sudah dilokalisasi di Indonesia, dan dengan munculnya bengkel-2 di Jakarta, layak lah motor bebek TVS dilirik sebagai motor commuter dan dibandingkan dengan motor merek Jepang. Ingat, pikirkan value! Tapi TVS dulu yang harus membuktikan bahwa sparepart dan bengkel mudah diakses.

 

 

 

2 Responses to “TVS fokus ke bebek dan Jakarta”

  1. jaran goyang February 15, 2012 at 11:53 am #

    INGSUN AMATAK AJIKU SI JARAN GOYANG, TETEGER TENGAHING PASAR, GEGAMANE
    CEMETI SODO LANANG SAKING SWARGO, SUN SABETAKE GUNUNG JUGRUG. SEGORO ASAT,
    BUMI BENGKAH. SUN SABETAKE ATINE SI JABANG BAYI … (sebutkan nama orang yang dimaksud), TEKO WELAS TEKO ASIH ANDELENG – BADHAN SLIRAKU, MANUT MITURUT SAKAREPKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: