RTW Sean Jordan – The Story

23 Feb

Sean Jordan memulai perjalan keliling dunia nya dimulai dari Serbia, dan interestingly diakhiri di Indonesia! Setelah diselidiki ini ternyata ini hanya phase pertama dari perjalanannya. Membutuhkan waktu 8 bulan untuk mencapai Jakarta, ini peta perjalannya.

Peta Phase 1 Sean Jordan

Perjalanan ini jauhnya sekitar 20.000 kilomter, dan total yang sudah dihabiskan adalah USD 35.000,-. Vespa yang dikendarainya ternyata terbukti sangat andal, dan mudah diperbaiki. Problem-2 standar vespa adalah putus kabel kopling dan sering ganti ban belakang. Sampai saat ini Sean sudah menghabiskan 3 pistons !! Ini jauh lebih sedikit daripada 6 kamera digital Canon S95 yang dia hilangin selama perjalanan 8 bulan ini, belum lagi kamera video yang juga hilang (dan barang-2 lain yang Sean nggak mau ngaku). Ternyata dia clumsy banget !! Background Sean adalah software developer, yang sebenarnya kurang mengerti tentang Vespa, dan dia mengakui belajar banyak tentang Vespa selama perjalanan. Jadi kemana-2 dia membawa buku manual dan tools.

Manual book

Kalau ditanya negara mana yang paling bikin stress, mudah jawabnya, yaitu India !! Lebih ke karakter orangnya yang menyebabkan Sean yang biasanya calm jadi ikut-2an kenceng. Saat ditanya kenapa ke Indonesia, Sean menjawab, Indonesia adalah ‘end of the line’ perjalanan lintas asia, jadi sebetulnya secara geografi, ini adalah jalan terpanjang yang masih possible dilalui.

Saat di Jakarta, motor Sean diperbaiki oleh 3 mekanik yang berbeda. Yang pertama adalah bengkel di Kemayoran, yang kedua adalah di Pak Roni di kampung sawah, dan yang terakhir adalah fine tune dari karburator oleh mekanik dari teman-2 ‘Campursari Vespa Jakarta’. Maklum Vespa yang aslinya adalah Vespa dari Jerman memang ternyata sangat mudah diperbaiki, dan memang sebenarnya bukan motor yang ideal untuk dipakai keliling dunia.

Diperbaiki oleh mekanik dari komunitas Campursari Vespa Jakarta

Kenapa Vespa?

it’s simple — primitive, really — and when things go wrong, they’re not that hard or expensive to fix. I’ll also be spending a good deal of my time in areas of the world that are well-supplied with Vespa parts, which wouldn’t be the case with a big touring bike. The P200 engine, too, is famous for being able to take a beating, day after day, without complaining. But I’d say the greatest advantage to a Vespa is that everywhere I go, people are amused with what I’m doing. There’s nothing intimidating about it, as might be the case with some dude dressed like a cosmonaut, rocking up to the local village on a $20,000 BMW GS bristling with all the latest tech. The Vespa opens all kinds of doors with the locals.

Dari perkataan dia diatas, terbukti memang Vespa melelehkan hati orang-2 yang melihat perjalanan Sean di atas Vespanya.. dan it truly opens a lot of doors. Sejak Sean tinggal di rumah, banyak sekali rekan-2 komunitas yang secara menelpon hp saya, katanya ingin ketemu dengan Sean !! Dari yang motornya tua, yang dimodif aneh-2 hingga yang motornya brand new seharga 2 kali Ninja 250… semau ingin bertemu dan mendengarkan cerita perjalanan Sean.

Sean dan teman-2 Campursari Vespa Jakarta

Takjub dengan motor Vespa yang aneh-2

Rumahku ramai dengan bermacam-2 jenis Vespa

Isi bensin di Shell

Jalan-2 minggu sore menikmati Jakarta bersama teman-2 Vespa

Baru kali ini katanya naik Vespa bareng-2 Club Vespa !!! wow.. kemane aje bang?

Malam terakhir Sean di rumah, kita bikin perayaan kecil-2an lagi. Kebetulan Dan & Claire juga nggak kemana-2 dan teman-2 Vespa masih banyak yang nongkrong. Banyak yang kita bahas, dari pemilihan boxer untuk riding, pemilihan helm (dia pakai Arai open face), tenda yang dia bawa etc. Yang menarik adalah bagaimana ‘to get to know’ motor kita. Dia menantang teman-2 Vespa apakah ada yang bisa membongkar main shaft. Itu yang dia pelajari setelah 8 bulan dalam perjalanan. Awalanya dia hanya mengerti bagaimana mengganti kabel kopling.. amazing !!

Farewell to Sean

Akhirnya farewell ditutup dan para teman-2 undur diri. Hari Rabu ini motor Vespa ini akan diberangkatkan melalui laut ke Pontianak, dan ternyata Sean harus berangkat dengan pesawat, tidak bisa bersama-2 dengan motornya. Perjalanan berikutnya di Kalimantan akan sangat menakjubkan karena kali ini Sean punya deadline di pertengahan Maret harus sampai di Manila karena tiket pesawat udara untuk dia dan motornya sudah dibayar. Sean akan berangkat ke Rio – Brazil untuk meneruskan phase 2 nya menuju New York.

Good luck Sean.. you keep us inspired !!!

To Sean: Almost forget, my  Mom asked how in the earth you know her favourite flower?

Selamat jalan Sean, reach your dream !!

20 Responses to “RTW Sean Jordan – The Story”

  1. kucay February 23, 2011 at 2:23 pm #

    aku masih setia menyimak tulisanmu om dono
    mantabs..lanjutkan

    • pridesonline February 23, 2011 at 2:36 pm #

      makasih oom… masih berjuang nyari hits hehe

  2. welexmail February 23, 2011 at 2:48 pm #

    mantaps dah buat yg touring n yg menulisnya.

  3. ridwan February 23, 2011 at 2:59 pm #

    Liputan nya oke mas dono, apalagi ada foto saya hehehe, thanks ya udah terima kita (ping!!!vespa) dengan tangan terbuka di hari terakhir sean di jakarta, keep on writing en it’s not too late to ride vespa!!! Hehehe

  4. Mr.lien February 23, 2011 at 3:10 pm #

    lagi lagi INDIA INDIA…..

  5. rangs February 23, 2011 at 3:20 pm #

    hehe… it;s not toolate to ride vespa oom… dalem banget itu…

  6. soekotjock February 23, 2011 at 3:24 pm #

    niceee…
    hope u a nice and safe ride sean…

  7. FMIF February 23, 2011 at 3:34 pm #

    Nice one.. MANTABS…

  8. Torry Parantoro February 23, 2011 at 6:17 pm #

    koreksi dikit aja : Vespa dari Italy…

    • pridesonline February 23, 2011 at 9:45 pm #

      yang ini dibeli di German.. tag nya dari German…

  9. agsstwn February 23, 2011 at 10:14 pm #

    Liputan yang bagus sekali…

  10. arantan February 23, 2011 at 10:44 pm #

    waaa, yang nongol dari Vespa siapa aja Don?
    Kayaknya banyak juga ya?🙂

    Mantebbbb!!!

  11. alamsyah ginting February 24, 2011 at 12:25 am #

    vespa memang lebih baik…

  12. wenk February 24, 2011 at 4:00 am #

    Dono mau beli vespa ?

  13. rherherandaru February 28, 2011 at 7:04 am #

    om don… beliau liwat smg ga ya????

    • pridesonline February 28, 2011 at 2:07 pm #

      Sean sekarang di kalimantan menuju Manila

      • rherherandaru March 1, 2011 at 7:43 pm #

        owh… kalimantan sebelah mana o’omdon?? lewat entikong? kalbar dong…via pontianak.

  14. @ifdalsukri January 26, 2012 at 6:17 am #

    MANTAP !🙂

Trackbacks/Pingbacks

  1. Drew Milne (Vescapade project) Adelaide to London, sekarang lewat di mari !! « Live from 2 wheels - May 5, 2011

    […] (baca di mari https://pridesonline.wordpress.com/2011/02/20/rtw-sean-jordan-at-my-home/, dan https://pridesonline.wordpress.com/2011/02/23/rtw-sean-jordan-the-story/), sekarang ada bule lain yang baru memulai petualangannya, nggak kalah gokil. Dari Autralia menuju […]

  2. RTW Drew Milne: Adelaide-London menikmati Jakarta « Live from 2 wheels - June 9, 2011

    […] dengan Sean Jordan yang dalam perjalanan keliling dunianya mampir di rumahku juga (baca di sini: https://pridesonline.wordpress.com/2011/02/23/rtw-sean-jordan-the-story/). Terus terang walaupun dia malu-2 menjelaskan bahwa dia terinspirasi dari kisa perjalanan Sean, […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: