Premanisme di Parkiran Senayan

7 Nov

Kenapa di Senayan urusan perpakiran masih dikuasai Preman? Bayar parkir harus 2 kali, di pintu masuk dan waktu mobil atau motor parkir !!! Siapa sih yang bertanggung jawab atas kenyamanan perpakiran Senayan? Apa aparat dan DPR sudah buta? Coba yang bertanggung jawab atas lokasi bisa menjawab pertanyaan-2 di bawah ini.

Pemda nggak becus !! Senayan adalah tempat untuk event internasional, sudah selayaknya parkir dikelola profesional. Dasar Katro.. BTW preman ini tetep ngecek stnk motor pas keluar dan minta bayaran 2.000 loh.. dalih-2 memberikan value added. hehe

To: <Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PEMBERANTASAN PREMAN

Rekan-rekan yth,

Pada awal pengangkatan Kapolri baru, beliau mencanangkan pemberantasan preman 
dan premanisme. Ada banyak preman dan tukang palak yang ditangkap oleh polisi 
dan diproses secara hukum. Saya gembira karena gebrakan ini mengurangi jumlah 
preman jalanan dan juga preman yang biasa beroperasi di tempat parkir yang 
sengaja dibikin liar, termasuk di areal Parkir Timur Gelora Bung Karno dan 
sekitarnya.

Sayang sekali rupanya gebrakan ini tidak berlanjut dan premanisme serta 
pemalakan dibiarkan terjadi lagi. Tadi siang sekitar pk 12.30, sewaktu saya 
mengunjungi pameran Inacraft di Balai Sidang Senayan, pemalakan oleh tukang 
parkir liar tanpa seragam dengan tarif yang jauh lebih mahal dari tarif masuk 
Gelora Bung Karno terjadi lagi. 
Setiap mobil dikenakan biaya parkir liar sebesar Rp 5.000,- tidak boleh kurang 
karena katanya tukang parkirnya banyak (mungkin maksudnya banyak yang harus 
mendapat bagian). Saya tidak tahu apa fungsi tukang pungut parkir itu karena 
mereka tidak memakai seragam dan pada saat mobil saya keluar sekitar pk 16.30, 
mereka sudah tidak ada lagi.
Pada saat saya parkir disana, tempat parkir sangat penuh, jadi mungkin ada 
lebih dari 2.000 mobil yang diparkir pada saat itu...berarti sekitar Rp 
10.000.000 terkumpul.
Di sekitar tempat parkir, saya tidak melihat adanya aparat kepolisian yang 
bertugas keliling, sehingga ini mungkin yang memicu para pemalak (tukang parkir 
liar) itu leluasa memeras pembawa mobil yang parkir disana.

Apakah memang sekarang program pemberantasan preman sudah berakhir ? mungkin 
ada diantara rekan-rekan yang mengetahuinya? 
Mungkin ada baiknya kalau Kepolisian mempunyai program yang berkesinambungan 
dalam memberantas hal-hal yang meresahkan masyarakat semacam ini, tidak hanya 
semangat air soda saja.

Salam,
Selamat

Jakarta - Hati-hati parkir mobil di Senayan kalau mau nonton pameran. Sudah bayar parkir di pintu gerbang Rp 3.000 (sekali masuk). Di dalam diminta lagi sama preman Rp 5.000. Kalau nggak dikasih marah dan mobil bisa dijahilin. (Danny)
Originally Posted by fendy_14 View Post
Saya sungguh kecewa dengan pengelola Jakarta Convention Center. Dimana terdapat ratusan pameran yang berlangsung di tempat itu dalam waktu 1 tahun baik domestik maupun international. Masalah yang cukup sepele saya rasa yaitu mengenai parkir. Di pintu masuk kita sudah di tarik uang parkir sebesar 3000. Tetapi untuk mendapatkan tempat parkir kita masih harus mengeluarkan uang untuk “Juru Parkir” yang biasanya di mall2 kita cukup memberi sesuai dengan selera kita masing2. Tapi berbeda di JCC setiap mobil di wajibkan membayar sebesar RP5000.Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila kita tidak membayar “upeti” tersebut.

Bagaimana pendapat teman2 semua? Ada yang pernah merasa seram dengan “Juru Parkir” di dalam kompleks JCC Senayan?

Bukan salah pengelola JCC mas, itu sih emang salahnya pengelola Gelora Bung Karno… hal2 kayak gini udah lama banget…

Solusinya.. parkir aja di Plaza Senayan, trus jalan ke JCC. Walaupun jatuhnya mahal juga (karena diitung perjam), tapi ga bikin sakit ati

Pagi ini Kantor kami mengadakan acara di Jakarta Convention Center (JCC), pagi-pagi buta saya dan teman-teman kantor dari seluruh cabang di Jabodetabek berkumpul di JCC. Hampir semua akses masuk ke Parkiran penuh sesak karena jumlah kami memang ribuan, belum lagi ditambah masyarakat yang ingin berolah raga di komplek senayan, sehingga untuk mengambil tanda parkir saja cukup memakan waktu. Setelah membayar parkir masuk Rp. 3.000,- saya bersama teman-teman mencari tempat parkir, dan apa yang kami bayangkan sebelumnya terjadi betulan. kami susah mencari tempat parkir yang kosong, walaupun akhirnya kami mendapat tempat parkir yang cukup jauh dari gedung JCC.

Setelah memarkir kendaraannya saya dan teman-teman bermaksud untuk berjalan menuju gedung, namun belum dua langkah kami berjalan, tukang parkir yang ada disitu meminta uang Rp. 3.000,-. Saya katakan bahwa kami sudah membayar di loket Rp. 3000 kenapa masih harus membayar lagi? Tukang parkir dengan gaya khasnya mengatakan bahwa bayar diloket tuh urusan anda dengan pengelola komplek senayan, kalo parkir disini urusan anda dengan saya. Saya  sedikit naik pitam dengan omongannya dan beradu argumen dengan si tukang parkir tadi, tetapi beberapa teman berusaha melerai dan teman yang lain memberikan uang Rp. 3000 kepada tukang parkir sialan tersebut.

Sambil berjalan, saya mencoba bertanya kepada teman-teman saya kenapa begitu mudah memberikan uang & mengalah kepada tukang parkir tadi? jawaban teman-teman semakin membuat saya naik pitam dan sebel setengah mati, menurut teman saya bahwa tukang parkir liar di senayan sebagian besar adalah preman, kalo kita macam-2 mobil bisa diapa-apain.

lebih baik mengalah daripada mobil dirusak. Saya mencoba bertanya lagi kepada teman saya, bahwa dipintu masuk kitakan sudah bayar dan di rompi tukang parkir jelas-2 tertulis “Bebas Pungutan” kenapa orang-orang yang parkir disitu tetap membayar?, “Takut” adalah jawaban dari teman saya, menurut dia hampir semua orang takut kalau tidak memberikan uang kepada tukang parkir tersebut, bisa-bisa mobil digores ataupun bannya dikempesin. Sambil berjalan saya bergumam “Luar biasa Negeri ini” kejahatan di depan mata tetapi tidak ada yang berani melaporkan kepada “polisi”, tanpa saya ketahui ternyata teman saya mendengar apa yang saya gumamkan, menurut dia, sudah sering dan berkali-kali bahwa mengenai parkir senayan dipermasalahkan, mulai dari adanya tulisan dikoran sampai dengan laporan langsung kepada pengelola senayan dan pemkot.

Tapi sampai dengan detik ini tidak ada tanggapan apapun dari pengelola senayan, pemerintah daerah maupun dari pihak-2 yang berwenang lainnya. Justru menurut teman saya lagi, susahnya memberantas parkir liar/pungutan liar karena ada oknum yang bermain dan mendapat setoran dari para preman tersebut, sehingga pungutan liar marak dimana-mana tidak hanya disenayan.  sungguh luar biasa Jakarta ini….saya baru beberapa hari di Jakarta tetapi telah mendapatkan banyak sekali pengalaman jelek, dari Lalu Lintas yang semrawut, tidak adanya sopan santun dan sekarang pungutan liar…benar-benar suatu kota yang jauh membutuhkan perhatian untuk “disembuhkan…”

Sambil mengikuti acara, saya masih memikirkan kejadian tadi, kenapa ya Pemkot melalui Polisi Pamong Praja, Atau Dinas lain yang mengurusi perparkiran tidak berdaya menghapus pungutan liar ya?? terlintas pikiran nakal dari otak saya “mungkin memang sengaja dibiarkan untuk tambahan penghasilan bagi instansi terkait” buktinya begitu banyak keluhan tetapi tidak pernah ditanggapi, kalo masalah perparkiran saja tidak dapat diselesaikan, bagaimana dengan permasalahan pemerintah lainnya yang lebih penting ya??? lalu kemana para anggota dewan yang terhormat?? kenapa suara rakyatmu tidak kau dengarkan?? atau mungkinkah anda juga dapat bagian dari pungutan liar tersebut??

 

16 Responses to “Premanisme di Parkiran Senayan”

  1. uikjoss November 7, 2010 at 3:23 pm #

    wah payah….

  2. Shark November 8, 2010 at 4:49 am #

    ga ada bedanya jakarta dengan hutan rimba….

  3. Centrello November 8, 2010 at 8:45 am #

    mobil di pintu masuk byr 3000 pas di parkiran dipalak 5000 >,<

  4. bennythegreat November 8, 2010 at 3:55 pm #

    manteb don artikelnya…like this…

    SAY NO TO PREMAN PARKIR…!!

    • pridesonline November 8, 2010 at 10:03 pm #

      ngenes.. ditengah kota. semua orang tau, pemerintah / pengelola senayan diem aja.. goblok.

  5. blognyamitra November 9, 2010 at 7:11 am #

    Premannya nyetor ke oknum polisi.

  6. adjokasep November 10, 2010 at 3:18 am #

    premannya kebanyakan orang indonesia bagian timur ya gan… sorry… no offense…

    ngomong2…. ada yang udah tau persamaan dari Toyota Avanza/Daihatsu Xenia, Brilliance B3, Lamborghini Gallardo Cabriolet dengan Mocin Roda Tiga? :

    http://mocinrider.wordpress.com/2010/11/09/autocyclo/

  7. asmarantaka November 10, 2010 at 6:11 am #

    yahh..Preman parkir udah biasa tuh dimana2

  8. Pantura November 10, 2010 at 12:24 pm #

    Inilah wajah negri kita. . .INDONESIA

  9. Gharadiran November 10, 2010 at 3:35 pm #

    Setubuh…biaya hidup di jakarta amat sangat mahal…..bayangin aja parkir di 711 ato kemang utk semenit saja…..uda 2 ribu. Mending kalo kt ada recehan. Mau sehat olahraga ke senayan….mesti ngeluarin duit lagi. Kota yg bener2 ga berfungsi. Kasian org2 kecil, uda hidup susah, ditambah lagi dgn pungli org2 ga jelas ini. Apa jalan keluar kita sbg rakyat yg kena semua musibah ini??

  10. van der syur November 10, 2010 at 3:37 pm #

    di surabaya gag ada tuh

  11. Obam Ah November 12, 2010 at 12:29 am #

    Itulah ciri-ciri sebagian saudara kita. Susah diatur, tidak disiplin, cepet kaya tanpa kerja keras, suka menggunakan otot menyelesaikan masalah….
    Hidup Sukarno……… Hidup Suharto…….
    Hidup Sumanto ………

  12. martini November 13, 2010 at 6:42 am #

    wow..sekarang gitu ya…kok pas ane dateng dan parkir malah gak bayar?? apa gara2 bawa motor model cult..bike yak?/..kasian kalo memang bener…kebanyakn yang jaga kan orang lombok ke timur…….

  13. wewed November 15, 2010 at 8:24 am #

    Memang begitu… tetep aja ada himbauan untuk melapor ke nomor tertentu, tapi tetep aja gak menyeleseikan masalah:

    >>> Saya dukung PETRUS!!! seperti jaman taon 80-an!! <<<

  14. xxyoo November 18, 2010 at 3:56 am #

    FUCK PEMKOT JAKARTA.INI SEMUA SALAH KUMIS..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Daripada Stress, Dongkol Ato Apalah, Mendingan Naik Trans Jakarta Aja… « Safety First !!! - November 12, 2010

    […] artikelnya bro Dono tentang premanisme di parkiran Senayan (baca disini), saya mencoba sharing pengalaman ketika memasuki kawasan tersebut. Ketika masuk ke Senayan, di […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: