Catatan si Bj = Jogja – Cirebon – Purwakarta – Jakarta (by Jeskoneng)

4 Sep

Crita berawal ketika hari Kamis 2 Sept 2010 aku mendapat kabar gembira dari Mas Londo : si Bj udah siap diambil stelah menginap hampir 3 minggu di TRB Kalasan. Ternyata hari Kamis itu si Bj bersama Supergroiz barusan naik dyno di Mototech, hasilnya :

– Supergroiz (dengan cam baru modifan mas Londo) berhasil melampaui rekor Pulsar std (non bore-up dll) yg tadinya dipegang P200 nya mas Agus Setiawan Cirebon (22,7hp) menjadi 22,9hp.

– Si Bj dua kali test, yg pertama beberapa hari y.l. dengan knalpot Abbys seri awal, mencatat 25,4 hp, lalu hari Kamis itu dyno lagi dengan knalpot Abbys seri chrome, mencatat 25 hp tapi (kata mas Adie Sheldiez) torsi lebih smooth, rata.

Karna mas Groiz mau brangkat ke Jkt Kamis malam itu, maka aku jadi “panas”, lalu memutuskan ikut brangkat ke Jkt malam itu juga. Mas Londo berpesan, piston baru harus inreyen dulu, rpm jangan lebih dari 6000 rpm, sampai Cirebon. Setelah Cirebon, boleh digeber tapi jangan terlalu lama dipanteng di rpm puncak karna piston msh baru (Izumi dome 71mm)…

Brangkat dari TRB Kalasan (setelah Supergroiz disetel klepnya dan si Bj pasang busi baru) sekitar pk 20-an malam, mas Groiz menuju Semarang, dan aku menuju Magelang utk berkemas2.. Skitar pk 23.15 dia sms, bilang sudah brangkat dari Semarang… sedangkan aku baru brangkat dari Magelang pk 23.45. Dengan komitmen siapa yang duluan sampai Weleri, dia menunggu..

Selepas Temanggung – Parakan, mulailah si Bj mengarungi hutan seram gelap gulita di kelokan tanjakan-turunan antara Parakan – Weleri… kadang ada satu atau dua truk dan minibus travel yg mengarah ke Weleri, jadi si Bj gak terlalu kesepian… Sekitar pk 01 sampai Weleri, clingak-clinguk kok gak nampak Supergroiz, aku memutuskan brenti sbentar di warung utk ngupi, melepas ketegangan setelah sukses menembus hutan Parakan – Weleri yg cukup menyeramkan…. kupi blum jadi, tiba2 muncullah Supergroiz… katanya dia barusan ketiduran di SPBU Weleri… Oke, kami berdua segera brangkat dengan target : sahur di Cirebon (di rumah mas Agus Setiawan).

Sepanjang jalur Weleri – Pekalongan – Tegal hampir tidak ada kejadian istimewa, dua ekor Pulsar hasil modifan mas Londo mengarungi gelap malam di jalur Pantura, dengan suara knalpot (Abbys dan Flash/Stanlee) yang hampir mirip karakternya : menggeledek meraung2….. speed rata2 antara 80 – 105 kpj.. udara cukup dingin menembus jaket jeans-ku namun semangatku sebagai perintis Prides yg tidak mau kalah sama Supergroiz membuat hatiku mantaf dan nikmat mengikuti gerakan
Supergroiz di depan si Bj, melewati semua truk, bus, sedan, SUV, jip dll dengan muyus…. (aku ngeri liat Groiz beberapa kali masuk melewati celah sempit di antara truk dan bus yg memenuhi dua lajur jalan)..

Pk 02.00 tepat, kami masuk Brebes.. dan selepas Brebes lumayan agak terbuka jalurnya, speed bisa ditingkatkan sampai 115-117-an kpj… Masuk Cirebon pk 03.45, dijemput Mas Agus di pertigaan dekat rumahnya, langsung digiring menuju rumah, dan ternyata Jeng Nia lagi sibuk di dapurnya, memasak utk sahur kami… Gak lama muncullah bro IGeekz menemani kami…Saat nasi bandeng & sayur asam yg lezat belum habis di piring kami, terdengar adzan subuh, tapi sesuai hadits : saat adzan jika masih blum tuntas hajat sahur kita, lanjutkan sampai tuntas… maka dengan mantap kami lanjutkan sampai tuntas…. Setelah sholat subuh, kami terjengkang pulas dan baru bangun pk 09.00.

Setlah mandi, kami sepakat melanjutkan perjalanan sedapat2nya sampai saat sholat Jumat.. dan setelah melakukan “high speed cruizwiiiing” beberapa jam, sampailan kami di sebuah masjid di Ajibarang kalok gak salah… saat mau brangkat lagi, ketauan oli mesin kedua motor sama2 berkurang, dan kami tuangkan oli cadangan. Brangkat lagi, dengan speed yg makin meningkat, karna sesuai pesan mas Londo, setelah Cirebon si Bj boleh digeber…

Di jalur lurus datar terbuka sekitar Pamanukan atau Palimanan ya, aku lupa, sebelum masuk Cikampek, kedua motor bisa leluasa mengembangkan kecepatan.. aku sengaja beberapa kali mengintip spidometer Supergroiz, nampak jelas angka 135 kpj beberapa kali muncul (pada spido si Bj tertera 130 kpj, karna ukuran ban depan pakai 110/80). Menurut bro Hanx, speed pada spido item Pulsar tertera 135 kpj = 155 pada spido Tiger Revo….Pada kecepatan segitu, mesin masih santai gak ngotot sama sekali, dan gas blum pol, dengan catatan beban lumayan berat : dua side box plus dua ransel pada si Bj… dan gaya mas Groiz gak pake nunduk2…

Lanjutan crita :

setelah santai lari 135 kpj di jalur antara persawahan itu, saat itu sekitar pk 14.. matahari masih sangar menyengat… aku berusaha terus mengikuti ritme dan kecepatan Supergroiz di depanku.. selap selip dengan muyus…. tapi karena jalan mulai agak rame, kecepatan hanya sekitar 115-an aja… Tiba2 nampak dua benda memotong jalur Pantura… satu becak dan satu gerobak… karena ada dua obyek menyeberang tiba2, dalam sepersekian detik aku harus milih, mau ambil kiri atau kanan… kalok ke kanan kemungkinan “pasti jatuh” karena aku melaju di pinggir kiri jalan… akhirnya tanpa sempat menarik/menginjak rem, aku putuskan ambil kiri, dengan harapan bisa lolos dari kedua penyeberang jalan itu… Brakk !! EG ku menyambar bagian depan gerobak.. lalu si Bj jatuh ke kanan, dan aku ikut terseret sekitar 15 meter di sepanjang perbatasan antara aspal dan tanah.. untung gak menghantam beberapa pal beton di sebelah kiri jalan, dan tidak sampai menghantam tumpukan batu sekitar 5 meter di depan tempat berhentinya si Bj…

(Jika mengingat kembali, mungkin para penyeberang itu hanya melihat dan menunggu Supergroiz melintas, lalu langsung menyeberang, tidak menyadari bahwa di belakang Supergroiz, ada si Bj dengan kecepatan yg sama dengan Supergroiz..)

Kebetulan di lokasi itu terdapat sebuah Pos Polisi, dan beberapa polisi langsung mendatangiku, mempersilakan utk menuju pos.. aku agak kesal karna masih memeriksa kerusakan motor, dan merapikan tank bag dan backpack isi laptop yg terlepas dari ikatan di sadel belakang, sehingga aku agak “membentak” mas Polisi itu “sebentar ya, aku merapikan barang2 ini dulu”…. Okay motor bisa distart menuju pos polisi, sekitar 15 meter jauhnya….

Di Pos Polisi sudah ada seorang bapak usia 50-an lagi meringis2 dan nampak luka kecil di bawah lututnya.. salah 1 polisi mengeluarkan dompet, memberikan uang duapuluhribuan kepada seorang bocah utk membeli betadine… aku memeriksa lukaku sendiri, di sekitar lutut dan siku kanan, tidak serius.. setelah sama2 menorehkan betadine, terjadi dialog antara aku, polisi dan bapak itu, ternyata gerobaknya tidak rusak samasekali… Dan atas saran polisi, aku memberikan “uang pijat” kpd si bapak itu sejumlah dua lembar limapuluhribuan… si bapak langsung berhenti meringisnya, berganti dengan senyum lebar, mengajakku bersalaman, dan langsung pergi menghilang di balik kerumunan warga sekitar yang menyaksikan kecelakaan itu…

Beres urusan dengan “korban” accident, aku & Groiz berunding.. menurut para polisi di situ, Krawang lebih dekat daripada Purwakarta, dan satu jalur menuju Jakarta.. dan karena mesin si Bj bisa hidup, aku pikir mending kita langsung berangkat aja menuju beres Karawang untuk memperbaiki injakan rem yang melintir ke belakang.. Aku nyalakan mesin si Bj, bisa hidup… tapi, alamaaak… oli mengucur lumayan deras dari tempat sambungan dua pipa slang dari blok mesin bawah menuju ke oil cooler… punahlah harapan bisa mengendarai si Bj ke beres Karawang… Rupanya EG yang terdorong kebelakang oleh benturan dan oleh tekanan ke aspal saat motor terseret, dan akibatnya menggencet dua pipa kecil itu hingga penyok dan menyebabkan oli bocor…

Tidak bisa lain, harus minta beres kirim pickup untuk mengangkut si Bj… mulailah upaya mencari bantuan itu, melalui sms blast Prides, dan sms ke Kang Suud dan Kang Dadang… Awalnya dari bro Yaya (penyemplak PIBO di dekat lokasi) yang datang ke lokasi atas pemberitahuan dari bro Dadang, diperolah kabar bawah mekanik Bengbeng dari beres Karawang sudah meluncur menuju lokasi kami… tunggu punya tunggu, sekitar pk 17 ada sms masuk dari mekanik Bengbeng, intinya minta maaf bawah pickup lagi tidak ada di beres Karawang… aku sempat heran, dari sekitar pk 14.30 kok seolah mekanik dari Karawang sudah berangkat, lalu pk 17 mengabarkan bahwa mobil tidak ada… Pada saat itu muncullah bro Dadang dari Subang, dan beliau yang mengambil alih inisiatif, mengusahakan mendatangkan mekanik dan pickup dari beres Purwakarta. (belakangan aku baru tau, beberapa teman Prides ikut sibuk mengusahakan pickup ini, a.l. bro Welex dan bro Badcop).

Akhirnya pas hampir jam 18 datanglah sang pickup dikendarai Pak Heri Yawan, penanggung jawab beres Waringin Purwakarta. Setelah buka rame2 di warung di sebelah pos polisi, mas Groiz siap2 melanjutkan perjalanan menuju MKT (trims ya mas Groiz, sudah menyalakan semangatku utk turing Jogja – Jakarta ini, dan menemaniku beberapa jam di warung menunggu pickup)…

Akhirnya si Bj mendapatkan penanganan beres Waringin Purwakarta, dan yang menjadi catatanku a.l. :

– Beres Waringin di bawah pimpinan Pak Heri Yawan sangat akrab dan selalu mendukung kegiatan P2C

– Beres itu termasuk langka, karena mau menerima pekerjaan modifikasi mesin (bore up, ganti klep dll)

– Ada mekaniknya yg blum lama gabung (asal dari Surabaya), tapi sangat paham mesin dan dunia modifikasi, terbukti dia tidak heran melihat selang2 dan tabung silinder serta airscoop pada si Bj. Dia menyebut kedua benda itu sudah biasa diaplikasikan di dunia road race… Boleh juga nih anak..
Anak Surabaya itu sangat teliti memeriksa si Bj, termasuk membenahi baut knalpot yg kendor, menyolder kabel sensor suhu oli yg putus, mengganti stabiliser stang kanan, mengganti karet o-ring seal tutup klep, mengganti kedua footstep depan…

– Selama di Purwakarta, aku selalu didampingi oleh Kang Dadang, Kang Suud dan kawan2 P2C lainnya.. Kang Edi juga sempat datang ke hotel tempat menginapku.. Ternyata Kang Dadang sudah membayari biaya pickup, dan kang Suud mengcover biaya hotel (dengan AC dan kasur empuk banget), sampai dua malam !! Menurutku kebaikan itu sudah kelewatan, dan aku sudah berusaha protes, tapi malah Kang Suud mengancamku : kalok aku menolak, kunci motorku akan ditahan sehingga aku gak akan bisa melanjutkan perjalanan… hehehehe…. Luar biasa perhatian dan kebaikan hati Kang Suud dan Kang Dadang itu… Semua perhatian dan bantuan yang sangat tidak aku duga itu malah membuatku bingung… semoga semua kebaikan teman2 P32C itu mendapatkan balasan pahala berlipatganda dari Allah SWT !

Setelah menyempatkan ikut acara kopdar P2C di kafe Koka, dan menikmati surabi kinca, aku berpamitan, dan dikawal oleh empat motor P2C sampai Kosambi… lalu aku melanjutkan perjalanan sendirian… melewati Karawang, Cikarang, Bekasi Barat, Kalimalang sampai Pasar Minggu dan akhirnya, Alhamdulillah jam 11.45 tadi malam masuk rumah di Tanjung Barat Indah…

Oh ya, ada catatan menarik utk para speedlover… sebelum masuk Karawang, ada jalan by-pass ke arah Jakarta, yg baru selesai dibangun, super muyus, sepi dan lumayan panjaaaaang… sangat ideal utk mengetes topspeed motor… !!! Sayangnya tadi malam si Bj tidak menemui “sparring partner” … hehehehe…….

Kondisi si Bj setelah accident.. gak ada yg parah :

13 Responses to “Catatan si Bj = Jogja – Cirebon – Purwakarta – Jakarta (by Jeskoneng)”

  1. yk September 5, 2010 at 12:37 am #

    Cerita perjalanan yang sangat menarik. Semoga lebih berhati hati di lain hari. Dan jangan lupa, jalan yang mulus dan sepi itu paling berbahaya, karena akan banyak pengendara mobil/motor yang berpikir sama: sepi, mulus, aman, genjot dikit ahhhh, akhirnya gubraaaaakk.

  2. kentadis September 5, 2010 at 1:30 am #

    ceritax seru..
    Kalo anak klub, pzti kentel brotherhoodx. Aplg kalo ada insiden gt, pzt yg mw nolongin dah ngantri😀
    btw, jgn lp bdoa sblum bpergian😀

  3. subangpulsarclub September 5, 2010 at 2:44 am #

    mangstabs…..! Izin share di Facebook ya om😀

  4. asmarantaka September 5, 2010 at 3:03 am #

    itu foto kedua ada yg ikut nampang..xixiix:mrgreen:

  5. iwank@024 B-COP September 5, 2010 at 5:48 am #

    like this to all…
    smga bisa di ikuti dngan yg lainya..

  6. Jalisa September 5, 2010 at 8:24 am #

    Super Groiz & Panglimo lagi2 turing dengan High Speed Cruizwiiing!!

  7. diposedicigp8 September 5, 2010 at 10:19 am #

    cireng paling mentok 119😦. kalo pas jamnas bisa ketinggalan jauh ni

  8. londo September 5, 2010 at 8:42 pm #

    top markotop

  9. Tulus Budi September 6, 2010 at 5:57 am #

    wowwwww…. 135 km/jam on pulsar speedo ??? ….. gimana rasanya ya….

  10. anddeep September 7, 2010 at 2:41 pm #

    mas bro,si BJ nya P 200 atau P180 UG 4

  11. otty September 11, 2010 at 8:24 am #

    Dear Team Pulsar,

    Salam kenal bro, aku baru aja beli Bajaj Pulsar type 135 LS,
    Masalah gue adalah :
    1. Motor kalau lewat di genangan air, kecipratan sedikit aja mesin mati.
    2. Habis dipakai terus mesinnya dingin maka mesin sulit di stater
    3. Motor diparkir tapi kalau kena hujan, mesin jg sulit di stater

    Mungkin ini keluhan saya, apa sya bisa dibantu untuk dpt solusinya ya … ?
    Please advice with my problem yee.

    Salam,
    Otty S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: