Prides Tolak Pembatasan Sepeda Motor di Jakarta

29 Aug

Prides berpartisipasi dalam kegiatan menolak pembatasan sepeda motor yang diselenggarakan oleh RSA pada tanggal 28 Agustus. Mohon maaf ke pengguna jalan lain, karena kami pun berpartisipasi membuat macet bunderan HI juga, karena kami anggap Pemda DKI tidak tanggap akan kebutuhan transportasi masal yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta khususnya yang berkerja di daerah kawasan protokol. Kendaraan roda dua kami bayar pajak kok, dan naik motor ke tempat kerja adalah hal yang paling logik karena paling effisien (bahan bakar, waktu, tempat parkir dlsbg). Walaupun di sisi lain ada acancaman tinggi kecelakaan lalu lintas dan mendapatkan fasilitas warga nomer dua dibandingkan kendaraan roda 4. Sakit rasanya sudah jadi warga kelas dua tapi dibatasi penggunaannya, memang Pemda DKI punya solusi transportasi alternatif? Bah..

Oleh karena itu Prides mendukung Petisi RSA :

1. Menolak pembatasan kendaraan bermotor sebelum pemerintah menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau secara akses dan finansial.

2. Menuntut penyelesaian proyek transportasi publik dengan target waktu sebagai berikut:

  • Seluruh koridor busway diselesaikan.
  • Menambah armada bis Transjakarta di seluruh koridor untuk menghindari antrian  panjang dan desak-desakan antar penumpang.
  • Menyelesaikan proyek Monorail, minimal 1 rute.
  • Membuat lokasi parkir kendaraan yang aman dan layak pada lokasi-lokasi simpul transportasi publik.
  • Memperkuat kerjasama antara pemangku tanggung jawab (stakeholders) untuk menyelesaikan masalah lalu-lintas dan jalan dengan menandatangani pakta kerjasama.
  • Memperbaiki kualitas SDM, sistem remunerasi dan administrasi awak angkutan umum.
  • Memusnahkan sumber polusi yang berasal dari angkutan umum dan meregenerasi armada angkutan umum non-busway.

Prides di lapangan IRTI setelah aksi damai

Rombongan Prides dipimpin oleh Waktu #1: XO

Official Sweeper. Waketu2 Badcop

Sang Pujangga menandatangani petisi

Peserta Aksi Damai

XO, Sigit, Imam88, Leon21, Arbz

menuju HI

My cockpit

Lihat kebelakang.. waduh sukses juga bikin macet

Parkir di IRTI

Prides di Aksi Damai RSA

6 Responses to “Prides Tolak Pembatasan Sepeda Motor di Jakarta”

  1. soekotjock August 29, 2010 at 9:22 am #

    pertamaaxxx
    jadi resmi ni oom klo PRIDES mendukung RSA?

    • pridesonline August 29, 2010 at 9:23 am #

      kayaknya CJ cukup lengkap dan memenuhi quorum.. halah

  2. Torry Parantoro August 29, 2010 at 3:33 pm #

    hidup sang ketua tiremesum !!

  3. bambang March 6, 2012 at 11:15 pm #

    halaaaaahh…… komunitas motor PRIDES memang MUNAFIK SEMUA, ngaku2 dukung RSA dgn alasan:
    Oleh karena itu Prides mendukung Petisi RSA :

    1. Menolak pembatasan kendaraan bermotor sebelum pemerintah menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau secara akses dan finansial <<—— klo anda sudah duduk di pemerintahan anda akan tau bhw utk mencapai itu butuh biaya yg tdk sedikit.

    2. Menuntut penyelesaian proyek transportasi publik dengan target waktu sebagai berikut: <<—— anda sudah paham blm APBD Jakarta serta biaya2 lainnya yg dibutuhkan utk menyelesaikan proyek tsb?

    @ Seluruh koridor busway diselesaikan. <<——- skr sudah hampir semua selesai.
    @ Menambah armada bis Transjakarta di seluruh koridor untuk menghindari antrian panjang dan desak-desakan antar penumpang. <<—— nambah armada apakah gratis?? lalu apabila armada ditambahkan berarti di pertigaan atau di perempatan byk tdk berfungsi krn banyaknya busway yg sering lewat.
    @ Menyelesaikan proyek Monorail, minimal 1 rute. <<—– hitung lg biaya yg dibutuhkan
    @ Membuat lokasi parkir kendaraan yang aman dan layak pada lokasi-lokasi simpul transportasi publik. <<—– klo sudah dibuat tempat parkir tsb apakah masyarakat mau membayar parkir per jam Rp 2000,- , jgn hanya mau yg murah meriah tp aman
    @ Memperkuat kerjasama antara pemangku tanggung jawab (stakeholders) untuk menyelesaikan masalah lalu-lintas dan jalan dengan menandatangani pakta kerjasama. <<—- klo sudah diperkuat apakah konsekuensi anda?

  4. bambang March 6, 2012 at 11:23 pm #

    @ Memperbaiki kualitas SDM, sistem remunerasi dan administrasi awak angkutan umum. <<—— semua itu tergantung dr latar belakang SDM sendiri tp apabila SDM tsb byk yg tdk potensial tp dipaksakan bekerja sm jg bohong bukan?? Begitu jg dgn pengendara motor apakah sudah benar di jalan & layak dgn motornya di jalan??
    @ Memusnahkan sumber polusi yang berasal dari angkutan umum dan meregenerasi armada angkutan umum non-busway. <<——- klo anda meminta spt itu apakah pemerintah boleh meminta agar para pengendara motor spy jgn ada polusi suara, jgn ada motor2 yg sudah uzur utk jalan, jgn ada yg selap selip di kemacetan (hrs di jalur kiri), jgn bergerombol di depan saat lampu merah, jgn ada istilah status sosial disaat berdebat dan masih banyak lg yg lainnya.

    Saya rasa apabila diulas secara detail lg masih banyak tp akan menimbulkan perdebatan krn masalah status sosial/masalah kecemburuan sosial. Secara tdk lgs banyak sekali pelanggaran2 pengendara motor di jalan tp knp tdk mau diulas ttg pelanggaran2 tsb??

  5. Anonymous November 12, 2014 at 2:35 am #

    Negara kalau tidak diatur maka Jadinya, Negara Acak Kadut, sembarangan asal Jadi sj.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: