Singaporedream RTW – 7000 km away from home (part2)

3 Jul

Jummat malam seperti biasa pulang larut..kopdar gituloh. Malam yang asik, sudah bisa liat sample paneng, dikunjungi Don BM dari Juwana, dan terakhir satu motor CB (chapter Bandung) merapat – tidak lain pasangan Kotjock dan Denny hehehe.. dan mereka aku tawarkan tidur di rumah. Sekalian aku bilang besok pagi aku perlu pergi ke Bogor untuk menemui Goh, Sam dan Hope. Aku mau ngajak breakfast sama ngobrol-2 kataku.

Bangun pagi jam 6 kurang aku cek Om Jeskoneng untuk konfirm mau ikut nggak, sekalian teriak-2 bangunin penguhuni milis Koboi, karena tercatat Giri dan Opik mau ikut juga katanya. Kali ini perjalanan ke Bogor diset untuk naik roda empat saja agar praktis, dan kendaraan langsung di gas menuju Mc Donald Lodaya, tempat biasa janjian dengan Cabog (chapter Bogor), karena beberapa juga mau ikut… to be inspired.  Dari Lodaya kita bergeser ke Paledang, tempat Goh menginap.

Percakapan pertama dengan Goh dan Sam sangat hangat, walaupun mereka ternyata baru bangun juga sekitar pukul 9 pagi.. wow.. kita cari tempat makan / cafe, ternyata mereka makannya diiiiikiiit (jadi malu), hanya satu soto mie dimakan berdua.. minumnya juga kopi doangan.. buset dah.. gila bener. Tadinya mereka ingin mengadakan presentasi tentang perjalanan di malamnya beberapa teman yang dia sudah kumpulkan , tapi karena kita sudah ada dari pagi, kita bilang lets chat over the brunch.

Goh menceritakan bagaimana dia harus kerja keras mengumpulkan uang selama 7 tahun sebelum trip dilakukan. Dan bagaimana dia sempat down waktu Hope original – motor brand new dipersiapkan untuk touring keliling dunia ini hilang digondol maling di Malaysia, dan bagaimana mereka baru tau biaya deposit untuk carnet di Singapore memaksa mereka membayar deposit sebesar 150% dari nilai motor mereka. Semua ini membuat dana yang mereka siapkan awalnya habis dan sisanya hanya 50% saja yang bisa dipakai dalam perjalanan. Walaupun begitu mereka akhirnya bisa survive setelah 2.5 tahun dijalan.

Kalau baca blognya rasanya nggak habis-2 http://singaporedream-rtw.blogspot.com/. Namun Goh menekankan bahwa uang bukan segala-2nya.. dan motor yang mahal bukan yang terbaik untuk perjalanan jauh. Speed normal mereka adalah 80 km per jam, dan menghindari jalan malam untuk mengurangi resiko perjalanan. Dengan cara ini mereka harap sparepart bisa berumur lebih panjang dan bisa save some money.

Ada dua tips untuk persiapan RTW..

1. Beli peta dunia, pasang di rumah, dan impikan perjalanan RTW, hemat uang dan fokus dalam masa persiapan keberangkatan.

2. Kasih tau seluruh orang pada tanggal yang telah ditentukan, kita akan melakukan RTW,, dengan ini teman-2 akan support dan kita akan terpacu untuk benar-2 melakukannya.

Seems familiar to me when I join weight lost program arrrgh hahahaha.

Have a nice trip Goh, Sam and Hope. Wish you good re-start of normal life when you reached hometown. You are truly inspiring us to go on with our motorcycle lifestyle… Prides way..

Goh – Sam dan motornya “Hope”

Rain coats from us, we thank you for the sharing…

Breakfast with Prides

Discuss the rodmap thru west Java and Sumatra…

Have a safe trip home..

Narsis dikiiiiit boleh kaan

15 Responses to “Singaporedream RTW – 7000 km away from home (part2)”

  1. Vincent July 3, 2010 at 12:45 pm #

    jiah mantab gan..denger critanya ampe terkiwir2 hehehe

  2. Innori July 3, 2010 at 12:53 pm #

    mantap, sorry bro ga bisa bujuk biar bs mampir jakarta n presentasi disana. Tp gw dah coba at least

  3. Torry Parantoro July 3, 2010 at 1:18 pm #

    Mas Dono bisa menangkap kesan, as Goh & Sam are getting closer and closer to their home, the get nervous… mungkin yg mengganggu mereka adalah bayangan2 yg masih belum jelas :

    – mau ngapain nanti di Singgapur, sementara teman2 mereka di Singgapur saling memamerkan kesuksesan (dalam bentuk pencapaian kemakmuran materi) dalam kompetisi ketat utk survive dalam “life on fast lane”

    – banyak hal yg mereka pelajari dan pahami dari beragam gaya kehidupan berbagai bangsa yang berbeda, dan kini hampir saatnya kembali ke kehidupan gaya Singgapur yg sempit, serba kompetitif

    Mungkin mereka gak akan betah lagi menjalani hari-hari di Singgapur ?

  4. Aditya Gumay July 4, 2010 at 1:24 am #

    lewat sumater gk y?
    tepatnya medan?

    • pridesonline July 4, 2010 at 2:36 am #

      tidak lewat oom.. dilihat di peta tidak masuk akal untuk naik terus ke Medan.. mereka akan nyebrang di Dumai kalau nggak salah..

  5. Anonymous July 4, 2010 at 3:55 am #

    bravo…i love the RTW

  6. bennythegreat July 4, 2010 at 6:16 am #

    @ oom Torry

    pemikiran yang sama juga nih…bgmn nasib mereka di Singapore nanti?

    @ Dodonomo

    ooo..gitu caranya bikin program weight loss…siaappp…

    • pridesonline July 4, 2010 at 6:22 am #

      Haha. Herbalife new tagline. Want to lose weight? Ask me why.. Wekekek

  7. girifumi July 4, 2010 at 2:05 pm #

    om dono…
    numpang iklan artikel..
    btw,HPnya kok susah dihubungi yak ?

  8. bAdcOp July 5, 2010 at 3:16 am #

    kalo gak betah di singapura, balik ke Indonesia aja, jadi WNI..

    wkkkkkk…

  9. wenk July 5, 2010 at 4:56 am #

    tapi tinggelnya gak mau di Jakarta…
    wkwwkkw

  10. girifumi July 5, 2010 at 6:25 am #

    cekidot juga yang ini ….

    http://motor-modif.com/articleshow.php?id=318

  11. marlin July 6, 2010 at 1:38 am #

    mereka nabung selama 7 tahun untuk perjalanan ini , kalo ane nabung dari sekarang bisa kali yah 2035 ke INdia, hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: