Radio komunikasi utk motor

29 Nov

Idealnya RC dan Sweeper saling berkomunikasi melalui radio komunikasi agar bisa selalu mengontrol kecepatan cruising dari kelompok. Apalagi jika ada emergency dari salah satu peserta touring, bisa langsung di tentukan apakah harus langsung berhenti, atau harus cari tempat parkir yang aman utk seluruh rombongan touring.

yang diperlukan utk memasang radio komunikasi di motor adalah:

1. Radio handy transeceiver.
Beginner:
Preferable menggunakan frekuensi VHF karena jaraknya cukup lumayan utk outdoor – sekitar 2 km. Mereknya banyak dari Motorolla, Icom, Yaesu, Alinco, sampai merek cina yang serba plesetan Motolla (dari Motorolla), Olinca (dari Alinco) dll dll.
Pilih handy transeceiver yang mempunyai watt besar.. paling tidak 5 watt output. Kenapa? Walaupun nantinya pada operasionalnya kita akan running di 2 watt saja, tapi handy transeiver ber watt besar dilengkapi dengan baterai yang kuat sehingga bisa lebih lama digunakan.
Expert:
Menggunakan handy traseiver yang waterproof sehingga bisa digunakan saat hujan (eg. Yaesu VX7R). Atau menggunakan rig dualband (eg. Yaesu FTM-10R khusus utk motor). Mau lebih extrem lagi menggunakan rig multiband (eg. Yaesu FT-857D) karena sudah ada batery pack (tidak perlu aki) dan berkomunikasi ke seluruh dunia.
Ini review inceran FTM10R yang bikin gagah motor:
http://donodomo.multiply.com/reviews/item/5

2. Mikrophone / headphone
Beginner:
Karena kita menggunakan helm, kita memerlukan headphone di dalam helm. Biasa saja bentuknya seperti yang kita pergunakan utk ber HP ria: speaker masuk kuping, micorphone ditaruh di kerah.
Expert:
Pergunakan “throat microphone”, di mana suara tidak diambil dari depan mulut, tapi diambil dari getaran pita suara. Bentuknya seperti bando yang dipasang dari belakang leher, ujungnya mas dekat jakun kita.. disitu tereletak semacam sensor getar yang akan menerima getaran dari pita suara. Dengan alat ini, suara deru angin tidak akan ikut tertransmit. Cuman buat yang punya suara bas, harus cek dulu, karena getaran pita suaranya kuat sekali suara yang keluar bisa “over”.
Super Expert:
Dengan FTM10R bisa menggunakan bluetooh!!

HT + MICROPHONE ==> sudah bisa dipakai, tapi jarak jangkauan pendek eg. 500m. Utk lebih jauh bisa diteruskan di bawah:

2. Antena
Beginner:
Utk yang menggunakan frekuensi VHF, antena panjangnya kira-2 1.5 meter, dan sangat rekomende menggunkanan merek Larsen. Kenapa? Karena antena larsen ini walaupun panjang tapi bisa ditekuk dan disimpan di box karena terbuat dari baja, dan antena ini cenderung sangat ringan. Harganya yang kw2 sekitar 80 ribuan, yang ori USA sekitar 190 ribuan, asal hati-2 bayar yang asli dapat yang palsu.. mending beli yang palsu sekalian hehe.
Expert:
Dapatkan antena larsen original, dan di tune di frekuensi kerja kita. Ini mirip mengetune karbu sih, serahkan ke ahlinya yang mempunyai peralatan SWR (standing wave ratio) atau analzer. Cara mentune nya adalah dengan memotong sedikit2 bagian bawah antena – motonya lebih baik pakai gerinda – karena antena ini keraaaas.

3. Kabel
Beginner:
Kabel sudah banyak tersedia di glodok, dan jangan salah panjang antena ini sudah ada ukurannya. Jadi jangan karena merasa kepanjangan dipotong. Oh iya sudah dilengkapi dengan konektor antena dan konekter ke HT.
Expert:
Kabel ambil merek Belden, atau yang mau lebih extreme pakai yang teflon agar tahan panas dan transmisi lebih bagus. Konektor diganti dengan merek Amphenol. Kabel juga di tune sesuai frekuensi kerja kita mirip dengan antena.

4. Braket
Sama saja – nggak ada beginner atau expert.
Ambil dudukan yang kuat dari rack belakang tempat box. Bisa menggunakan plat atau dipasang lagi braket yang biasa dipakai utk mobil, terserah.

5. Ijin
Tergantung frekuensi kerja dan minat masing-2 rekan utk mendalami hobby komunikasi jadul ini. Kalau serius bisa contact RAPI atau ORARI agar lebih nyaman bermain di frekuensi yang lain.

Mudah-2an bermanfaat, dan bisa mempuat touring kita lebih safety lagi.

6 Responses to “Radio komunikasi utk motor”

  1. budi February 11, 2010 at 3:36 am #

    untuk motor tidak disarankan pakai larsen, motor honda goldwing pakai antena diamond yang keras dan kaku

    • pridesonline February 11, 2010 at 6:04 am #

      kalau motornya kecil pakai diamond yah malah nggak stabil kali oom?.. larsen kan ringan dan flexible. malah bisa ‘digulung’ dimasukin ke box kalau parkir.

  2. budi February 11, 2010 at 6:23 am #

    stabil koq… karena liukan motor saat zig-zag, bilah larsen akan goyang dan bisa kena orang lain …. karena itu larsen di sarankan hanya dipakai dimobil, di indo memang belum ada aturan ini… atau alternatif lain pakai antena seperempat lambda yang seperti antena HT … saya pakai dimobil..mungil dan flexible…

    • pridesonline February 11, 2010 at 12:29 pm #

      beratnya aja dah berapa si diamond itu.. nggak lah.. aku nggak sependapat..
      utk mobil aja larsen sangat ringan utk ditaruh di base magnet dan diletakan di roof.

  3. wijaya May 10, 2012 at 1:52 pm #

    saran : kalau memakai antena larsen untuk motor selain beresiko orang di dekat kita tersebet antena, pancarannya tidak stabil lebih baik memakai antena yg lebih kaku, atau kalau mau yg lebih pendek cari aja yg 1/4 lamda. atau yg llebih murah meriah buat sendiri memakai kawat las kuningan hanya 50cm dan konector kabel rg8 ( jjika bekerja di band VHF ). semoga bermanafat

  4. Anonymous October 10, 2015 at 3:01 am #

    hehehe…cuma manambahi…kalau diamon terlalu besar untuk motor di indonesia…umumnya pakai larsen. Kalau diamon sih untuk mobil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: